RSS

singkong kenapa engga…

25 Okt

singkong merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi di indonesia..
kini singkong bisa di kembangkan menjadi sesuatu yang tidak kita kira…
berikut beberapa karya anak bangsa..



1. Anak SD temukan Energi Alternatif dari Ketela, Diberi Nama “Baterai Singkong”


Seorang anak bernama Innocencio Kresna Pratama (dipanggil Inno) mengantarkan kota Bandar Lampung menjadi yang terbaik di ajang “Kompetensi dan Kreativitas Siswa SD Dan Madrasah Ibtidaiah (MI) se provinsi Lampung” tanggal 6-7 November kemarin. Apa yang dibuat Inno? Bocah kelas 6 SD TUnas Mekar Indonesia ini berhasil membuat para juri terpana dengan karyanya yang bertajuk “Baterai Singkong, Upaya menemukan Energi Alternatif” serta mengantarkannya mewakili provinsi Bandar Lampung pada event yang sama tingkat nasional (27 November mendatang).
Modalnya, menurut Inno, sangat mudah didapat dan murah pula; satu batang singkong kecil yang dipotong menjadi empat bagian.  Inno menancapkan pelat dan tembaga seng yang kemudian disambung dengan kabel kecil ke kalkulator dan jam digital. Hasilnya? Kedua benda itu menyala dan tetap akurat!
Menurut Inno, singkong dapat menghasilkan listrik karena mengandung cairan elektrolit untuk menghasilkan listrik.”Untuk itu teknologi sederhana ini saya namakan Baterai Singkong”, ujar anak dari pasangandrg. Edy Suwanto dan drg. Lucia Dwi Handayani.
Apa yang mendorong calon ilmuwan cilik kelahiran 8 Maret 1996 ini? Dia mengaku terinsipirasi karena rajin membaca, ditambah lagi sudah memulai penelitian kecil di sekolah seperti mulai cara menanam, mengamati pertumbuhan tanaman, dan lain-lain.
Ketertarikannya menjadi semakin menjadi-jadi setelah membaca di internet dan berbagai macam buku kalau apel dan jeruk dapat pula menghasilkan listrik. “Mulai dari situlah aku tertarik melanjutkan penemuan ini. Aku menduga buah lain, bahkan umbi2an juga dapat menghasilkan listrik” kata dia.

Di sekolah Inno mengadakan percobaan di sekolah seperti menguji buah mangga yang didapati juga menghasilkan listrik. Ia beralih ke umbi2an; singkong,ubi,dan kentang tak luput untuk dijadikan obyek pengujian.Inno mengklaim baterai singkong dapat bertahan berhari-hari tanpa henti seperti baterai konvensional, malahan dapat dipakai berkali-kali dengan menancapkan pelat tembaga di bagian sisi yang belum digunakan.

Otaknya yang kreatif terus seakan tak pernah berhenti yang terbukti dari pengakuannya untuk melanjutkan penelitian menjadikan singkong batu baterai kering.

2 . Wow, Mobil Ber-BB Singkong Melaju ke SBY

JAKARTA, KOMPAS.com  Komisi Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) bekerja sama dengan PT Energy Karya Madani berhasil menciptakan bioetanol yang kemudian disebut Biopremium ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakar pengganti bensin tersebut diolah dari tanaman singkong.

“Kami sudah uji coba ke 1.200 kendaraan selama beberapa bulan terakhir dan tidak ada kerusakan mesin, baik-baik saja,” ujar sang penemu yang juga Dirut PT Energy Karya Madani S Adibrata, Senin (24/5/2010) di Jakarta.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi KNMI Endy Priyatna, kelebihan dari etanol berbahan singkong ini adalah kandungan alkohol atau etil etanolnya bisa mencapai 96 persen, bahkan bisa ditingkatkan hingga 99 persen. “Bisa dibandingkan dengan rata-rata kandungan alkohol pada bahan bakar yang ada sekarang, yang hanya sekitar 70 persen,” ungkapnya kepada para wartawan.

Meski dinamakan Biopremium, kualitas bioetanol ini setaraf dengan pertamax keluaran Pertamina. Hal ini sudah diuji pada mobil-mobil mewah yang memiliki cc besar. “Kemarin sudah juga dilakukan 
test drive dari Jakarta ke Subang dengan jarak sekitar 200 km, dan tidak ada masalah,” ujar Endy.

Selain kualitas yang tak kalah baik dengan yang dihasilkan bensin dari bahan bakar fosil, biopremium ini juga dinilai ekonomis. Menurut Endy, untuk menghasilkan satu liter etanol diperlukan enam kilogram singkong.

Harga singkong Rp 400 per kilogram. Itu berarti, satu liter etanol hanya menghabiskan Rp 2.400 ditambah ongkos produksi Rp 1.000. Total harga satu liter etanol singkong menjadi Rp 3.400. Harga ini jauh lebih murah dengan yang ada di pasaran.

Adapun siang ini sekitar pukul 11.00, tujuh mobil berbendera KNMI dilepas dari Sekretariat KNMI di Jalan Tebet Utara III menuju Surabaya. Ketujuh mobil tersebut sudah berbahan bakar singkong dengan persentase kandungan etanol dari 25 hingga 100 persen.

Perjalanan ini selain ditujukan untuk mengetes kemampuan Biopremium tersebut pada perjalanan jarak jauh, juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sumber daya alternatif ini.


3. Ramuan Kulit Singkong, Pemadam Api Super Cepat
Hasil riset selama sepuluh tahun yang dilakukan Randall Hart berujung pada penemuan media penjinak api yang ramah lingkungan.



http://www.youtube.com/v/LKJsN613suM&hl=en_US&feature=player_embedded&version=3




Lewat olahan dari kulit ketela pohon yang diproses menggunakan teknologi kimia, ilmuwan kelahiran Surabaya yang sekarang menjadi pengusaha itu.berhasil menghasilkan cairan untuk memadamkan api dari ledakan gas elpiji. Hasil riset ini selanjutnya akan disumbangkan ke pemerintah untuk membantu maraknya kebakaran akhir-akhir ini, termasuk Surabaya.
“Cairan ini dihasilkan melalui riset selama sepuluh tahun dengan total biaya Rp 10 miliar. Selain itu cairan ini ramah lingkungan dan tidak memiliki efek samping,” ungkap Winardi Nyoto, Direktur PT. Sanindo Perkasa Abadi, perusahaan pemilik lisensi sebuah fire safety, Sabtu (3/7).
Hal ini dibuktikan dengan memasukkan ponsel ke dalam cairan. Ponsel tidak mati atau rusak, bahkan masih bisa digunakan seperti biasa. Hasil penemuan ini rencananya akan disumbangkan pada negara.
“Kami masih menunggu persetujuan pemerintah dulu,” katanya.
Selama proses menunggu itu, pihaknya mengajak Rotary Club untuk bekerja sama. Melalui Rotary diharapkan terbangun jaringan baik kepada pemerintah maupun pihak lain yang akhirnya bisa berdampak positif.
Dalam kesempatan ini, Winardi juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menanggulangi bahaya kebakaran elpiji dengan memberikan edukasi gratis kepada 1.000 relawan. Diharapkan dengan memberikan edukasi bahaya kebakaran ini, jumlah kasus kebakaran dapat ditekan.



Maraknya peristiwa ledakan tabung elpiji akhir-akhir ini memicu keprihatinan banyak pihak. Salah satunya, PT Sanindo Perkasa Abadi. Perusahaan kimia di Sidoarjo tersebut memiliki teknologi untuk mencegah peristiwa serupa terulang dan mereka bermaksud membaginya kepada masyarakat luas.
Untuk itu, Sanindo bekerja sama dengan Rotary Club Surabaya Timur. Tujuannya, Rotary membantu menyampaikan kepada pemerintah agar bersedia memproduksi secara masal teknologi tersebut sehingga bisa dijual murah ke publik.
Teknologi itu berupa zat olahan dari kulit ketela pohon yang telah diubah menjadi cairan tanpa bau dan tanpa warna. Selanjutnya, cairan itu bisa mematikan api yang membara. Barang-barang yang tertutup cairan tersebut juga menjadi tidak terbakar.
Menurut Winardi Nyoto, direktur PT Sanindo Perkasa Abadi, teknologi anti ledakan gas itu merupakan hasil riset dari Randall Hart, warga asli Surabaya. ”Dia telah melakukan riset selama 10 tahun untuk mendapatkan cairan ini. Selanjutnya, kami telah mengajukannya sebagai pemegang merek. Kami juga pernah sampaikan ke pemerintah untuk memproduksinya secara masal,” jelas Winardi yang ditemui kemarin (2/7).
Namun, hingga kini belum ada respons dari pemerintah. Karena itu, mereka bekerja sama dengan Rotary Club Surabaya Timur yang memiliki jaringan luas.
Presiden Rotary Club Surabaya Timur Maria Soetedjo menyatakan, pihaknya bersedia membantu mewujudkan harapan Winardi tersebut. “Apalagi, itu sesuai dengan semangat kelompok kami. Yakni, mengadakan kegiatan sosial, bukan untuk mengambil keuntungan,” jelas Maria. (upi/c7/ttg)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Oktober 2010 in unik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: